Biaya Pendidikan Tahap Dasar yang Ada di Jepang – Pendidikan dasar merupakan hal penting spaceman slot yang harus dipikirkan secara matang oleh para orang tua. Hal tersebut berlaku di negara manapun termasuk Jepang. Apalagi mengingat negara matahari terbit ini ialah negara yang maju tidak hanya di Kawasan Asia, tapi juga di dunia. Sehingga system pendidikannya pun tentunya lebih baik. Bahkan kualitasnya pun telah diakui diseluruh dunia dan tidak perlu dipertanyakan lagi. Berdasarkan hasil survey tahunan dari Best Country Report yang diselenggarakan oleh US News and World Report, BAV groups, dan The Wharton School of the University of Pennsylvania, Jepang menduduki peringkat ke 7 dalam negara dengan sistem Pendidikan terbaik pada tahun 2021. Di Jepang, sebagian besar sekolahnya bisa dibilang dikelola atau berada dibawah naungan pemerintahannya. Mulai dari jenjang dasar, menengah hingga sampai pada perguruan tinggi. Sedangkan untuk sekolah swasta dikelola oleh badan hukum.
Berbicara tentang pembiayaan pendidikan dasar di Jepang, untuk biaya pendidikan boleh dikatakan tidak 100% gratis alias tidak gratis, orang tua masih harus merogoh kantongnya untuk pendidikan anaknya. Untuk SD dan SMP, pemerintah Jepang memberikan subsidi berupa menggratiskan biaya pendidikan hanya pada SPPnya, dan orang tua masih perlu mengeluarkan biaya seperti biaya baju sekolah dan perlengkapan sekolah, uang PTA (semacam kegiatan Orang Tua Guru), Karya wisata anak, Ekstrakulrikuler, dan biaya makan siang yang separuhnya disubsidi pemerintah kota.
Tingkat SD
Selanjutnya kita pindah ke bangku SD. Bagi anak slot olympus yang berusia 6 – 12 tahun, memang ada biaya tunjangan berupa subsidi dari pihak pemerintah jepang yaitu berkisar 10.000 yen / bulan atau Rp. 1.091.100 / bulan. Untuk masa SD ini, ketika anak masuk ke bangku SD Negeri di Jepang, sekolah SD di Jepang tidak memberikan biaya masuk alias pendaftarannya Gratis, dan selama anak bersekolah orang tua hanya menanggung biaya makan siang, biaya hidup anak sehari-hari dan les-les tambahan apabila diperlukan.
Berbeda, apabila orang tua memasukan anaknya ke SD Swasta, dimana SD Swasta di Jepang tidak menggratiskan biayanya. Untuk biaya Pendidikan SD Swasta di Jepang untuk biaya pendidikannya berkisar 40.000 – 50.000 yen atau Rp. 4.5 – 5.5 jutaan / bulan. Melihat total biaya sekolah berdasarkan survei MEXT 2021, sekolah dasar negeri menelan biaya sekitar 353.000 yen/tahun (sekitar 321.000 yen pada survei sebelumnya) dan sekolah dasar swasta sekitar 1.667.000 yen/tahun (sekitar 1.599.000 yen pada survei sebelumnya).
Tingkat Anak Usia Dini
Di Jepang, sebelum seorang anak masuk SD, anak tersebut hendaknya terlebih dahulu mengenyam pendidikan anak usia dini atau/TK. Di Jepang, TK itu di bagi menjadi 2 kelompok, yaitu TK Youchien (Pendidikan formal), dan Hoikuen (nonformal), yang lebih menitikberatkan ke sarana penitipan anak. Namun beberapa tahun lalu kurikulum pendidikan untuk hoikuen ini mulai dirubah dengan dimasukkannya muatan-muatan pokok pembelajaran seperti yang ada di TK yochien, meskipun tidak 100 % kurikulum yochien ini diterapkan, Selain itu anak lulusan hoikuen pun bisa disiapkan untuk persiapan masuk ke SD (seperti muatan belajar membaca, menulis dan menghitung slot bet 100 sederhana). Untuk public school pemerintah akan memberikan subsidi, secara umum uang masuk sekitar 100ribu yen (sekitar 10 juta), sedangkan uang bulanan nya itu sekitar 7ribu-10ribu yen (sekitar 700ribu-1juta rupiah). Untuk TK Swasta biayanya cukup tinggi, sekitar 200ribu-280ribu yen (20-28 juta rupiah) dan uang bulanan di kisaran 25ribu-40ribu yen (2.5 juta-4juta). Namun tidak perlu khawatir, bagi keluarga yang ekonominya kurang beruntung mereka dapat meminta keringanan ke kantor kelurahan (ward office) dan biasanya akan mendapat subsidi sebesar 200-300ribu yen pertahun (20-30 juta). Untuk kisaran biaya pendidikan setingkat TK yochien yang swasta berkisar 134.835 yen atau jika dikurskan dalam rupiah sekitar 14 jt an ke atas, untuk TK negeri lebih terjangkau kisaran 61.156 yen atau 6jtan ke atas. Untuk hoikuen tergantung hitung-hitungan pendapatan dan pajak orang tuanya. Jadi setiap anak biaya pendidikannya berbeda.